Agustus 10, 2009 oleh bizesha
1
…………
Tali-tali mengiris kulit
Dan angin mengiris…….sukma
Darah yang merah menyebar di air
Airnya menjauh meluas tumpah ruah
Menusuk panggung jermal
Airnya menusuk diantara retakan-retakan papan
Menggenang di tengah-tengah angin yang kencang
Terkungkung dalam aroma udara yang asin
Terpuntir dalam lubang-lubang jaring……….di sana
Di antara papan lembab yang menjulang dari tubuh ratu samudra
Ada yang berjalan dalam bayang-bayang………..
2
Ya iya dia gondrong, karena dia bunuh orang…..langsung aja lah
1
Itu ditulis di akhir
2
Lama kali…sudah banyak yang mengantri di sini
1
Aku belum siap!
3
Iya, dia bunuh orang
Jadi ngapain pake terkungkung lah, terentang lah, terpuntu lah, lembab lah
Alah…cepatlah
Dah banyak ngantri di sini
1
AKU BELUM SIAP!!
Ditulis dalam Resensi | 2 Komentar »
Juli 2, 2009 oleh bizesha
Garuda di Dadaku adalah film yang paling saya tunggu di bulan Juni. Saya cari tahu tentang film itu sebelum menontonnya, saya download soundtrack-nya, saya unduh trailernya, dan banyak lagi modal yang saya kumpulkan sebelum menontonnya. Saya optimis inilah film yang paling ditunggu keluarga di Indonesia, untuk mengisi liburan tentunya. Namun ternyata saya kecewa, saya dikecewakan.
Apa yang saya harapkan dari Garuda di Dadaku adalah rasa. Rasa semangat, rasa bangga, dan rasa patriotisme, selain pesan-pesan lain yang ingin disampaikan film itu. Sayang, semua tidak saya dapatkan selain kenyataan bahwa sepakbola Indonesia tidak maju karena frame berpikir manusia Indonesia masih seperti itu-itu juga. Jalannya cerita tak ubahnya film kebanyakan, kekurangannya adalah Isa Ifansyah yang kurang apik membawakan film. Pengalamannya dalam film-film pendek dan beberapa video klip ternyata tidak cukup mumpuni untuk film berdurasi agak panjang. Subjektif harus saya katakan, Isa tidak mampu membawa penonton untuk lebih semangat, lebih bangga dan meninggi patriotismenya.
Meski begitu, film ini memang layak untuk keluarga dan memang pantas untuk ditunggu. Standar saya memang tinggi, tapi cukuplah untuk ukuran keluarga yang ingin menyemangati anak-anaknya. Soal pemain, saya hanya menyayangkan Ikranegara yang berakting tak sebaik dalam Laskar Pelangi. Terasa sekali itu bukan karakternya. Dan terakhir salut untuk Netral yang mampu memberi semangat dalam ending film. Dengan beat mirip lagu Lintang, lagu Garuda di Dadaku cukup mengobati kekecewaan saya. Nilai 7 untuk Garuda di Dadaku, itupun karena tidak tega.
King, Denias jilid 2
King sebenarnya tidak begitu ngebet untuk saya tonton. Tapi justru film inilah yang Lanjut Baca »
Ditulis dalam Resensi | 6 Komentar »
Juni 23, 2009 oleh bizesha
Jika anda mengaku pencinta lingkungan, jika anda mengaku peduli pada global warming, dan jika anda menaruh perhatian besar pada bumi, maka anda sudah harus menonton Home. Jika anda fotografer, jika anda suka membuat film, maka ada juga harus sudah menonton Home?
Home. Sebuah film dokumenter luar biasa tentang bumi. Film dokumenter yang ber-genre sama seperti An Inconveniant Truth dan Earth. Saya ketinggalan film Earth, jadi tidak tahu seperti apa dan bagaimana film itu. Namun saya pernah menyaksikan An Inconveniant Truth, jadi bisa membandingkannya dengan Home. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Resensi | 2 Komentar »
Juni 14, 2009 oleh bizesha
Ketika Cinta Bertasbih sebenarnya tidak masuk dalam daftar tonton film bulan ini. Novelnya juga tidak baca. Yah….mungkin nanti suatu saat. Berawal dari teman-teman alumni meminta saya mengkoordinir dan memesankan tiketnya tepat di hari pertama pelucuran KCB di bioskop. Mau tidak mau saya juga harus pesan, suka tidak suka saya juga harus nonton. Dan ternyata saya suka…..cukup suka.
Memakai para pendatang baru yang dipilih melalui audisi, KCB ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dari saudaranya sebelumnya, Ayat-ayat Cinta yang juga berasal dari novelnya Habiburrahman El Shirazy. Pilihan yang cukup pintar saya rasa, karena Kang Abik dan sutradara langsung dapat memilih pemain yang sesuai dengan karakter tokoh. Pun demikian, akan ada wajah-wajah baru dalam perfilman Indonesia. Hasilnya pun tidak terlalu buruk untuk pendatang baru.
Semua alur dalam film sengaja dibuat sepersis mungkin dengan novelnya (begitu kata media). Inilah yang membuat film ini harus dibagi dua menjadi KCB 1 dan KCB 2 karena total durasi mencapai 240 menit. Efeknya, film menjadi banyak bercerita. Punya fokus tapi sering berbelok-belok, bahkan Lanjut Baca »
Ditulis dalam Resensi | 11 Komentar »
Juni 14, 2009 oleh bizesha
Melanjutkan pendahulunya, The Da Vinci Code, Angels & Demons kembali hadir dalam bentuk film. Cukup ditunggu oleh insan perfilman terutama pengagum Dan Brown. Angels & Demons merupakan novel kedua Dan Brown. Sebenarnya, The Da Vinci Code adalah novel keempat Brown.
Difilmkan terlebih dahulu karena memiliki kesan tersendiri pada masyarakat dunia. Keapikannya, kecerdasannya, juga kontroversinya jauh mengalahkan novel lainnya. Namun bagi saya, dari keempat novel, Angels & Demons adalah yang terbaik dan paling saya suka. Maka filmnya pun tak bisa dilewatkan begitu saja. Sayang, film ini tidak mampu maksimal membawakan ketegangan dan keingintahuan seperti novelnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Resensi | 4 Komentar »
Mei 27, 2009 oleh bizesha
lama gak posting…….sibuk dengan waktu dan tempat yang segitu-segitu saja…di situ-situ saja.
buat intermezo saja…..mengingatkan para pendukung MU untuk tidak terlalu kecewa. saya pendukung keduanya. hanya saja Barca yang akan juara. saya tidak tahu kenapa? saya senang saja?
Ditulis dalam Catatan Harian | Leave a Comment »
Mei 14, 2009 oleh bizesha
Pada tahun 2088 dunia semakin menunjukkan kekuatannya. Apa yang dimimpikan banyak orang beratus tahun sebelumnya sudah dapat terwujud pada tahun itu. Bahkan apa yang tidak terbayangkan akan ada dan akan terjadi nantinya, sudah terjadi pada tahun 2088 dan tahun-tahun selanjutnya.
Teknologi semakin canggih. Pemikiran manusia sudah jauh berkembang. Jika sekarang manusia hanya mampu memaksimalkan otaknya sebesar 10 %. Pada tahun itu, manusia mampu menggunakan hampir 90% otaknya. Dari angka persen sebesar itu saja, kehidupan dunia seperti mudah saja. Seperti tinggal menjetikkan jari, klik, atau apalah.
Namun dari segi emosional dan spiritual bisa jadi manusia tidak mampu berkembang sepesat intelektual mereka. Siapa tahu bukan?
Namun pada tahun itu, intelektual manusia benar-benar bekerja maksimal untuk menanggulangi masalah emosional dan spiritual mereka. Tidak perlu lagi psikolog, psikiater, ulama, kyai, atau segala macamnya. Semuanya bersumber dalam data base besar yang bisa diakses dalam alat komunikasi apa saja, salah satunya SMS.
Konon, data base emosional tersebut berisi segala solusi, pertimbangan, dan segala jawaban untuk memecahkan problem emosional manusia. Begitu pula dengan data base spiritual. Tergantung agamanya, untuk Islam sudah ada Al-Quran dan Hadits yang siap mengolah berbagai macam permasalahan manusia.
Suatu hari pada tahun itu ada seorang manusia yang ingin bertanya Lanjut Baca »
Ditulis dalam Agak serius nih | 3 Komentar »
Mei 12, 2009 oleh bizesha
Heboh Antasari turut menghebohkan Rani Juliani. Mau tidak mau, Indonesia pun mulai sering mendengar kata caddy. Sebuah profesi yang dijalani Rani. Lalu apa itu caddy?
Belakangan kita mengenal caddy adalah orang yang menemani atau mendampingi pegolf. Sejak kasus Antasari Azhar mencuat, kata caddy sering disebut berbagai media. Dari sinilah kemudian kata caddy mengalami peyorasi. Caddy, saat ini dinilai orang sebagian sebagai pekerjaan rendah. Memang tidak separah PSK, namun kenyataanya begiulah opini yang berkembang di masyarakat. Caddy sudah mengalami penurunan makna atau pengurangan nilai kata itu sediri. Media pun mengeksplornya bak musuh para istri pegolf tanpa klarifikasi yang jelas. (belakangan ada satu media televisi yang mengupas khusus tentang apa itu caddy).
Pekerjaan caddy tak lebih dari membawa stick dan peralatan pegolf lainnya. Terkadang caddy sekarang juga berperan sebagai umbrella girl kalau-kalau pegolf kepanasan. Hemmm…mungkin juga tukang lap keringatnya. Intinya, caddy hanya sebatas teman pegolf di lapangan. Setidaknya begitu yang media berikan selama ini sejak kasus Antasari.
Parahnya lagi, caddy yang dikenal saat ini kebanyakan adalah perempuan. Pemilik lapangan golf pun kebanyakan menyediakan jasa caddy perempuan. Lagi-lagi banyak media mengabarkan bahwa ada beberapa caddy yang siap menjadi panggilan. Wow…….sudah parah sekali.
Lalu benarkah caddy itu seperti itu? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Agak serius nih | 4 Komentar »
Antasari Azhar telah ditetapkan sebagai tersangka. Jika terbukti bersalah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif tersebut terancam hukuman mati. Berita terus berkembang. Antasari mengakui membunuh karena diperas korban. Cinta segitaga menjadi cerita. Lagi-lagi spekulasi menjadi perang wacana. Antasari dijebak, Antasari difitnah, ada yang ingin menghancurkan KPK, dan segala macamnya. Apapun kebenarannya, siapapun pelakunya, bagaimanapun motifnya, KPK tetap jadi korbannya. Koq bisa? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Agak serius nih | Leave a Comment »
Beberapa hari lalu ada materi menarik dari Mabit Teknik Sipil. Sebenarnya materinya biasa saja dan sudah banyak dibahas serta sudah tidak asing lagi. Umum banget lah. Tapi yang menarik adalah hubungannya dengan jurnalistik. Koq bisa…..karena saya hubung-hubungkan saja. Pemateri membahas tentang ilmu malam itu. Ya, segala seluk beluk terkait ilmu yang disampaikan dalam 5W + 1H. Jurnalistik banget bukan. Heheeee. Padahal jurnalistik itu bagian dari ilmu.
Kita sudah tahu kalo 5W 1H itu adalah what, who, where, when, why, and How. Berikut akan saya review secara super singkat. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Agak serius nih | 2 Komentar »