Oleh : Abdul Kadir Baraja
Founding Father Sekolah Islam Al-Hikmah
Masih ingat kisah Rasulullah bersama tahanan perangnya. Rasulullah tidak mau tahanan perangnya bebas dengan tebusan uang atau materiil lainnya. Tapi Rasulullah meminta mereka mengajarkan baca tulis kepada kaum muslim yang buta huruf. Jelas sekali bahwa apa yang diinginkan Muhammad adalah agar kaumnya nanti menjadi kaum yang pandai dan bermartabat. Beliau bisa melihat kedepan bahwa pendidikan lebih bermanfaat dibanding harta benda.
Begitu pula cerita dari Jepang. Kala itu mereka baru saja luluh lantakoleh hantaman-hantaman bom atom sekutu. Namun mereka tidak menanyakan berapa jumlah tentara yang tewas atau berapa jumlah tentara yang tersisi. Tapi mereka bertanya “Berapa jumlah guru yang masih ada?” sebuah pertanyaan besar yang akan mengubah sejarah mereka.
Begitu pula juga hitler yang memanfaatkan pendidikan di negaranya untuk menanamkan jiwa-jiwa militernya. Serta bagaimana kemajuan China dan india yang kini menjadi salah satu singa Asia karena karakter pendidikannya yang tinggi.
Hal dasar dari pendidikan adalah baca tulis. Beberapa gambaran di atas memperlihatkan betapa pentingnya sebuah baca tulis yang telah terbukti mampu merubah suatu peradaban. Baca tulis merupakan sebuah perangkat komunikasi. Tidak terbayangkan bagaimana terbelakangnya seorang yang tidak dapat baca tulis, karena baca tulis merupakan tools pendidikan. Dasar untuk mempelajri ilmu-ilmu lainnya.
Pendidikan di Indonesia
Bertolakbelakang sekali rasanya apa yang digambarkan diatas dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Sudh sejak lama tepatnya awal dekade 70-an indonesia sudah tidak mengedepankan pendidikan. Prestasi murid kurng mereka hargai dan guru pun tidak mereka pedulikan. Padahal seorang guru memilki persentase 65-70dlam keberhailan sebuah pendidikan. Sudah sejak lama negeri ini miskin guru, apalagi yang berkapasitas dibidangnya.
Kita lihat bagaimana hancurnya IKIP secara perlahan, tak banyak siswa yang ingin kesana dan menjadi guru. Karena jelas seorang guru dianggap manusia biasa yang rendahan alih-alih jasanya yang menjulang. Wajar kalau guru kita mlempem, ya karena kesejahteraannya saja ayem. Sekolah swasta yang biasanya lebih peka terhdapa guru pun terkesan kurang dipedulikan oleh pemerintah, terkadang pungutan, namun selalu juga menganaktirikan padahal kita tau sekarang ini sekolah swasta telah memberikan sumbangsih yang begitu besar bagi bangsa ini.
Pendidikan juga awal dari proses penciptaan seorang pemimpin. Pemimpin tidaklah tercipta begitu saja, tetapai diciptakan, dibentuk dari awal, dididik mulai dini. Pendidikanlah jalannya. Sistem pendidikan yang baik hendaknya memuat beberapa kompetensi yang wajib diajarkan dan dikuasai oleh seorang pelajar. Kompetensi tersebut dalh kompetensi dasar dan kompetensi khusus.
Untuk kompetensi dasar, terdapat beberapa bagian di dalamnya, taitu komunikasi, terkait dengan membaca-menulis, melihat, mendengar, memahami, memperhatikan, dan proses dasar lainnya. Kedua adalah logika berpikir kita. Selanjutnya terkait akhlak, baik pada diri sendiri, lingkungan, juga pada Allah.