Oleh : Muhammad Zubairi
Di Asrama PPSDMS Regional IV surabaya
Izzah dapat juga diartikan sebagai percaya diri. Izzah Islam ataupun Izzah mulim bagi orang yang menerapkannya merupakan suatu bentuk kepercayaan diri terhadap agama yang kita anut ini.
Terdapat banyak macam Izzah Islam atau kepercayaan diri terhadap Islam. Pertama adalah izzah yang semu, artinya hanya sementara saja. Kedua izzah karena material tertentu, tidak untuk Allah Swt. Percaya diri yang timbul karena kelemahan yang dimiliki orang lain, kemudian percaya diri karena kita meiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Berikutnya adalah percaya diri karena semua orang memiliki kedudukan yang sama dihadapan Allah, karena yang membedakan adalah taqwa. Dan terakhir adalah Percaya diri atau izzah karena yakin pada diri yang mendapatkan amanah untuk melaksanakan tugas kita.
Dalam menyebarkan dakwah kita juga mesti memiliki izzah yang kuat. Izzah inilah yang akan mnyertai kita untuk lebih intensif dalam berdakwah menyiarkan ajaran Islam. Adapun dakwah yang diserukan dalam islam adalah mentauhidkan Allah Swt, berdakwah dalam meningkatkan keimanan kepada kehidupan akhirat, membersihkan jiwa atau tazkiyatun nafs, dan memelihara silaturrahim dalam kehidupan masyarakat Islam.
Dalam bahasan ini juga dibahas mengenai Shalat. Disebutkan bahwa tujuan shalat antara lain adalah untuk menyucikan jiwa, mengingat bahwa diri ini adalah seorang hamba yang mesti mengabdi pada Allah, mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar, dan untuk menstabilkan jiwa.
Ada beberapa tingkatan dalam shalat, tingkatan ini memberikan bagaimana sebenarnya kondisi shalat kita, tingkatan itu adalah:
1. tidak menjaga waktu, wudhlu, rukun sholat yang dhahir, tidak menjaga kekhusukan, dalam hal ini akan mendapat hukuman yang sesuai
2. menjaga waktu, wudhlu, rukun, tapi tidak dapat menjaga kekhusuannya, jika begini akan mendapat hisab yang keras.
3. menjaga waktu, wudhlu, rukun, berusaha khusu,’ tapi setan berhasil mengganggu, akan mendapat pahala saat khusu’ di waktu tertentu dan pahala melawan setan.
4. menjaga waktu, wadhlu, dan rukun, khusu’, berhasil melawan setan dan pahala penuh selama sholat.
5. menjaga waktu, wudhlu, rukun, khusu’ dan memasrahkan diri kepada Allah Swt, maka Allah yang akan menentukan balasan di Akhirat.