Oleh : Rudi dan Maya
Lembaga Trainer Zeit Geist Fakultas Psikologi Unair
Kali ini, manajemen tidak diajarkan di dalam ruangan ataupun dalam kelas. Tidak diisi ceramah-ceramah panjang dengan teori-teori yang terkadang menjemukan. Ternyata manajemen juga bisa dipelajari melalui permainan, praktik-praktik lapangan, dan penghayatan lainnya secara langsung. Terbkukti cara ini ternyata cukup efektif untuk memahamkan manajemen terhadap peserta.
Manajemen sendiri merupakan suatu seni atau cara menelola sesuatu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengontrolan dan evaluasi dengan keakuntablean agar semua berjalan dengan teratur dan terencana.
Terdapat dua cara dalam memahami atau mempelajari manajemen. Pertama dengan top-down proses. Proses ini dimulai dengan memberikan teori-teori teekait dengan manajemen kemudian langsung dipraktikkan di lapangan. Sedangkan proses kedua adalah Bottom-Up proses, yaitu dari data-data yang didapat dari lapangan kemudian dimunculkan nuansa manajemen dalam pembelajarannya atau penyampaian materinya.
Terdapat beberapa prinsip yang mesti dilakukan dalam mencapai keteraturan manajemen. Kesemuanya bisa dibuat dalam suatu bentuk lingkaran keteraturan yang salaing berhubungan satu sama lain.
Di tengah lingkaran terdapat fokus kerja. Di pusat lingkaran itu ditentukan hal-hal apa yang harus teratur. Di laur lingkaran terdapt empat hal yag mengelilinganya dan saling berkaitan. Keempat hal tersebut diantaranya adalah, pertama, segala bentuk keteraturan yang terkait dan unsur yang mendukungnya. Kedua, pikirkan keteraturan ideal yang ingin dicapai. Ketiga, renungkan , bangun sesuatu tersebut menuju keteraturannya. Kemudian, keempat, wujudkan dengan langkah konkret.