Pada tahun 2088 dunia semakin menunjukkan kekuatannya. Apa yang dimimpikan banyak orang beratus tahun sebelumnya sudah dapat terwujud pada tahun itu. Bahkan apa yang tidak terbayangkan akan ada dan akan terjadi nantinya, sudah terjadi pada tahun 2088 dan tahun-tahun selanjutnya.
Teknologi semakin canggih. Pemikiran manusia sudah jauh berkembang. Jika sekarang manusia hanya mampu memaksimalkan otaknya sebesar 10 %. Pada tahun itu, manusia mampu menggunakan hampir 90% otaknya. Dari angka persen sebesar itu saja, kehidupan dunia seperti mudah saja. Seperti tinggal menjetikkan jari, klik, atau apalah.
Namun dari segi emosional dan spiritual bisa jadi manusia tidak mampu berkembang sepesat intelektual mereka. Siapa tahu bukan?
Namun pada tahun itu, intelektual manusia benar-benar bekerja maksimal untuk menanggulangi masalah emosional dan spiritual mereka. Tidak perlu lagi psikolog, psikiater, ulama, kyai, atau segala macamnya. Semuanya bersumber dalam data base besar yang bisa diakses dalam alat komunikasi apa saja, salah satunya SMS.
Konon, data base emosional tersebut berisi segala solusi, pertimbangan, dan segala jawaban untuk memecahkan problem emosional manusia. Begitu pula dengan data base spiritual. Tergantung agamanya, untuk Islam sudah ada Al-Quran dan Hadits yang siap mengolah berbagai macam permasalahan manusia.
Suatu hari pada tahun itu ada seorang manusia yang ingin bertanya melalui SMS tentang permasalahanya pada data base itu…..begini ceritanya…………..
Si Fulan (SF) : wahai Data Base (DB), teman-teman di sekelilingku sepertinya lebih bahagia dari aku. Mereka mendapatkan apa yang mereka impikan, yang mereka idamkan. Lantas kenapa aku tidak pernah mendapatkan apa yang aku inginkan. Padahal aku sudah berusaha dan tak lupa berdoa?
Database (DB) : Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (1)
SF : Lalu kenapa saya selalu mendapatkan ujian ini? Kenapa saya harus diuji? Bukankah saya selalu melakukan yag harus saya lakukan dan meninggalkan apa yang tidak boleh saya lakukan?
DB : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (2)
SF : Tetapi kenapa ujianku seberat ini? Bahkan terasa lebih berat dibanding orang-orang di sekelilingku?
DB : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (3)
SF : Sungguh aku frustasi sekarang. Aku tidak jelas. Aku bingung harus seperti apa. Aku rapuh.
DB : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (4) Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (5)
SF : Tapi aku merasa kehilangan harapan. Aku sudah tidak bisa bertahan lagi.
DB : Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (6)
SF : Lalu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku menghadapi semua ini?
DB : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (7) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.(8)
SF : Jika demikian, kepada siapa aku harus berharap?
DB : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (9)
SF : Lantas, adakah yang akan aku dapatkan dari semua ini?
DB : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (10)
Dan SF pun mengakhiri SMS dengan Database tersebut. Karena tingkat intelektualnya sudah tinggi, ia pun tak perlu bertanya lagi. Dia mengerti semua jawaban Database……dan langsung menjalankannya.
Ket :
(1) Al-Baqarah:216
(2) Al-Ankabut:2-3
(3) Al-Baqarah:286
(4) Al-Imran:139
(5) At-Taubah:115
(6) Yusuf:87
(7) Al-Imran:200
(8) Al-Baqarah:45
(9) At-Taubah:129
(10) At-Taubah:111
AsW,MaL
Subhanallah….
t’nyata al’quran mampu m’jawab p’tanyaan pd abad super modern(2088) pa lg saat ini di taon 2009…Tunggu apa lg t’ m’baca,mmahami dan m’aplikasikan Al qur’an…Yups… tdk ada keraguan dr alqur’an…
Masalah ketenangan hati saja dbhas di al qur’an pa lg yg laen…Tmukan sgala mcm obat mujarab yg laen…
Tunggu apa lg…
Ya..kan..2009x
(^_^)
@bunda
ya begitulah….
kemana aja gak nongol2
AsW,mAL
Biasalah seleb jd jdwalny padat….(Temu fans,syuting,pemotretanshow)..
Tututan profesi….