Melanjutkan pendahulunya, The Da Vinci Code, Angels & Demons kembali hadir dalam bentuk film. Cukup ditunggu oleh insan perfilman terutama pengagum Dan Brown. Angels & Demons merupakan novel kedua Dan Brown. Sebenarnya, The Da Vinci Code adalah novel keempat Brown.
Difilmkan terlebih dahulu karena memiliki kesan tersendiri pada masyarakat dunia. Keapikannya, kecerdasannya, juga kontroversinya jauh mengalahkan novel lainnya. Namun bagi saya, dari keempat novel, Angels & Demons adalah yang terbaik dan paling saya suka. Maka filmnya pun tak bisa dilewatkan begitu saja. Sayang, film ini tidak mampu maksimal membawakan ketegangan dan keingintahuan seperti novelnya.
Untuk isi, film ini tidak jauh beda dengan novelnya. Pun juga, selalu diawali dengan pembunuhan dan mengalir dalam waktu 24 jam seperti novel lainnya. Sebuah thriller rumit yang bertaut. Secara garis besar cerita ya berkutat pada konflik di Vatikan dengan sebuahkelompok kuno, Illuminati. Sama seperti The Da Vinci Code, lagi-lagi Robert Langdon (diperankan Tom Hanks), seorang simbolog Harvard yang menajdi tokoh kunci film ini.
Meski isinya kurang lebih sama, tidak dengan penyajianya. Film ini serasa tak mampu membuat Angels & Demons sama rumitnya, sama tegangnya, dan sama cerdasnya. Saya pun agak kecewa. Untuk gambar, film ini mampu mengimbangi deskripsi Brown tentang eksotisnya Roma dengan bangunan-bangunan tuanya. Karya-karya pematung terkenal Gian Lorenzo Bernini yang apik digambarkan di novel mampu mewujud jelas dalam filmnya. Indah dan historistis.
Meski luar biasa saya hanya memberi nilai 7 untuk cerita. Tak lain karena menyadap dari novel terkenalnya Dan Brown. Namun soal membawa cerita tersebut dari novel ke film saya nilai kurang sekali, 4 saja. Soal gambar visual tentu saja nilainya 9, dengan film ini, orang akan lebih ingin berkunjung ke Roma pastinya. Kelemahannya dalam memanjakan penonton dengan ketegangan mungkin karena musik pengiring yang kurang menyatu dengan alur cerita, 5 untuk musik.
Total, nilai 6 untuk film ini.
Ane cuman ngebet sama ruang arsip Vatikan yang di Borgia
Courtyard,Santa Ana..pengen tak curi semua koleksi mereka.
@lutfiana
ilmu itu baik….
mencuri itu tidak baik….
negatif kali positif hasilnya pasti negatif.
kecuali separuh hasil curian untuk saya……baru saya dukung (resiko ditanggung sendiri)
pas kekunci di kamar arsip nya, aku melu2 sesek napas rasane
@pitri
setidaknya, gak sendiri mbak………