Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Isi hati (otak juga)’ Kategori

Akhirnya kudapati juga cobaan semester ini. Menambah deretan panjang cobaan-cobaan yang selalu datang tiap semesternya. Hilangnya laptop sepertinya menjadi cobaan terberat slama di Surabaya. Bukan karena berapa uang yang telah terbuang bersamanya. Tapi lebih kepada berapa yang hilang di dalamnya dan apa yang seharusnya dapat dihasilkannya.
Seperti biasa………aku pun hanya merasa biasa saja. Tenang, nyaris tidak [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tragedi Ruang

Andai saja tulisan semacam ini lebih banyak dipublikasikan. Mungkin orang akan banyak tau siapa sebenarnya Labib itu.
Televisi penuh sinetron monoton, gosip selebriti, lawak yang berorientasi penonton asal ngakak, program pacaran muda-mudi sekelas mak comblang picisan, dan aneka acara mengadu talenta menyanyi berbungkus gelar IDOLA instant. Acara seperti itukah yang rakyat Indonesia inginkan ? Itukah menu [...]

Untuk mentranslate bahasa

Akhirnya Chava mengerti kenapa kebanyakan mahasiswa hanya “nrimo” apa yang diperintahkan oleh sang dosen. Tidak peduli berapa banyak sudah tugas yang diberikan. Tidak peduli seberapa banyak aktivitas si mahasiswa. Tugas mahasiswa tak boleh jauh dari kuliah, praktikum, asistensi, dan presentasi. Bukannya tidak ada yang menggerutu. Tapi dosen selalu “dianggap” lebih benar.

Sampai suatu hari Chava tidak [...]

Untuk mentranslate bahasa

Sulit rasanya membuat kata yang dirangkai menjadi sebuah pesan. Bagaimana mungkin seorang saya pantas untuk memberikan pesan? Mungkin itu yang menghambat sulitnya dalam menyusun kalimat. Entah saya sebagai apa saat menulis pesan ini. Tidak peduli orang bilang saya apa saat menulis huruf-huruf ini. Inilah pesan saya. Mungkin untuk yang terakhir kalinya.
Harga paling mahal di dunia [...]

Untuk mentranslate bahasa

Pengalaman yang sedikit menyakitkan kembali terjadi. Setiap orang sudah pasti akan berbeda dalam menangkap sebuah kejadian. Jika saya anggap benar belum tentu orang lain menganggap dengan persepsi yang sama. Kejadian beberapa waktu lalu contohnya. Saat teman yang tertidur ditengah perkuliahan ditegur oleh sang dosen, saya yang berada di sebelahnya turut terkena imbasnya.
Sengaja saya membiarkan sang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Masih ingat iklan salah satu rokok yang mengangkat jargon bahwa yang tua yang dipercaya? Memang fenomena itulah yang sampai saat ini banyak terjadi. Hal ini wajar saja terjadi karena yang tua dianggap lebih punya kemampuan untuk diandalkan. Bisa karena pengalamannya, kedewasaannya, juga mungkin karena dapat lebih dipercaya. Semua itu jarang terdapat pada diri seoarang yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

ongkosong

Setelah sekian lama kehilangan akal untuk menyusun sebuah tulisan model baru. Secara iseng tertulislah sebuah puisi. Tentu saja saecara tidak sengaja. Dalam sebuah ruangan kelas ketika proses perkuliahan antara dosen dan mahasiswanya berlangsung. Bosan melihat dan mendengar dosen yang gimana gitu….lebih baik nulis aja ketimbang berkhayal yang bukan-bukan. Jadilah puisi yang asal nulis ini. Hanya [...]

Untuk mentranslate bahasa

Untuk Siapa Kita Hidup?

Begitu sampai tujuan, saya langsung memungut handphone di saku jaket. Seperti diduga, dalam perjalanan sulit untuk mendengarkan dering HP atau pun merasakan getarnya. Satu SMS masuk, dari seorang teman yang tak jarang mengingatkan.
semua yang dimaknai dengan nilai dunia, tak ada harganya di mata Allah. Luruskan niat hanya untuk Allah! Xxxxxxx!

Untuk mentranslate bahasa

Kampusmu

Sudahkah mendengar kisah Budi, seorang calon mantu dari orang tua yang memilki seorang gadis. Si bapak tidak begitu peduli dengan siapa anaknya menikah. Namun si ibu, adalah pemilih sejati demi mendapatkan seorang mantu yang sesuai dengan keinginannya. Sayangnya, karena lain hal si Budi bukanlah seorang mantu yang baik di amta calon mertuanya. Suatu hari Budi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Kampusku

Ada yang pernah mendengar kisah Badu. Seorang calon menantu dari orang tua yang memiliki seorang gadis. Sang bapak tidaklah peduli dengan siapa gadisnya menikah. Baginya, yang penting anaknya bahagia. Lain halnya dengan sang ibu, jauh hari ia sudah mewanti-wanti anak gadisnya untuk memilih suami yang pantas (menurut kategori sang ibu). Ternyata jatuh hatilah sang Ibu [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »