<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aze BiZesha</title>
	<atom:link href="http://bizesha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bizesha.wordpress.com</link>
	<description>susunlah hurufmu hingga kau temukan dirimu!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 15:54:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bizesha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f89c6085239430b65c53bcc2dd993df4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aze BiZesha</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Di Ujung Madura Ku BerAsa</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/11/13/di-ujung-madura-ku-berasa/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/11/13/di-ujung-madura-ku-berasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 15:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/2009/11/13/di-ujung-madura-ku-berasa/</guid>
		<description><![CDATA[Rindu ranjauku
Rinduku ranjau
Rinduku ranjauku
Rinduku rinduku
Ranjauku ranjauku
Ranjau rinduku
Ranjauku rindu
Ranjauku rinduku
Sampai rinduku ranjauNya
Tidak hilang asa karena berdosa
Tidak cukup dosa berubah asa
Bukan mencoba menjadi nafsu
Bukan nafsu mengubah cobaan
Haruskah laku digapai diantara luka semampai
Mengapa harus menjadi jika sudah terjadi
Rindu ranjau
Ranjau rindu
Di Madura ranjauNya rinduku
Ranjauku rindunya…
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=381&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rindu ranjauku<br />
Rinduku ranjau<br />
Rinduku ranjauku<br />
Rinduku rinduku<br />
Ranjauku ranjauku</p>
<p>Ranjau rinduku<br />
Ranjauku rindu<br />
Ranjauku rinduku<br />
Sampai rinduku ranjauNya</p>
<p>Tidak hilang asa karena berdosa<br />
Tidak cukup dosa berubah asa<br />
Bukan mencoba menjadi nafsu<br />
Bukan nafsu mengubah cobaan<br />
Haruskah laku digapai diantara luka semampai<br />
Mengapa harus menjadi jika sudah terjadi</p>
<p>Rindu ranjau<br />
Ranjau rindu<br />
Di Madura ranjauNya rinduku<br />
Ranjauku rindunya…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=381&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/11/13/di-ujung-madura-ku-berasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memulai Apa yang Telah Dimulai</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/11/12/memulai-apa-yang-telah-dimulai/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/11/12/memulai-apa-yang-telah-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 21:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan banyak masalah dalam waktu bersamaan. Sebagian orang menyelesaikan banyak masalah dengan cara satu persatu. Kebanyakan orang hanya bisa menyelesaikan sedikit masalah. Yang jelas, semua orang bisa menyelesaikan masalah. Karena setiap orang selalu mendapatkan ujian dalam hidupnya.
&#160;
Orang pertama tidak akan dipusingkan oleh berapapun masalah menerpanya. Orang jenis ini juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=379&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada orang yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan banyak masalah dalam waktu bersamaan. Sebagian orang menyelesaikan banyak masalah dengan cara satu persatu. Kebanyakan orang hanya bisa menyelesaikan sedikit masalah. Yang jelas, semua orang bisa menyelesaikan masalah. Karena setiap orang selalu mendapatkan ujian dalam hidupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang pertama tidak akan dipusingkan oleh berapapun masalah menerpanya. Orang jenis ini juga tidak memusingkan <em>deadline</em> atau sesedikit apapun waktunya. Masalahnya tinggal kualitas penyelesaian masalah. Ada yang sempurna, dan lebih banyak yang kurang memuaskan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang kedua sangat bisa seperti orang pertama untuk menyelesaikan banyak masalah. Masalah dirinya adalah<span id="more-379"></span> waktu yang dia butuhkan. Jika banyak waktu yang diberikan, masalah selesai. Namun masalah timbul jika masalah orang jenis ini perlu waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya. Karena orang jenis ini hanya bisa menyelesaikan masalah satu persatu. Jadi dalam satu waktu, orang ini hanya menyelesaikan masalah yang cukup untuk satu waktu itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang ketiga hanya bisa menyelesaikan sedikit masalah meski memiliki banyak waktu. Jadi jangan pernah memberinya banyak masalah meski terlihat waktunya banyak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang pertama tidak memilih masalah. Semua dia selesaikan. Orang ini sebenarnya tidak perlu memiliki kemampuan membagi waktu yang baik. Sebab dia mengerti bagaimana menyelesaikan masalah, dan bukan mengerti bagaimana mengatur waktu. Meski kebanyakan meraka adalah pengatur waktu yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang kedua dituntut untuk pintar memilih masalah. Salah prioritas bisa menghancurkan semua. Di sinilah orang kedua ini diajak untuk selalu pintar membagi waktu, untuk dapat menyelesaikan masalah sebanyak mungkin. Masalahnya, menentukan skala prioritas sering menjadi masalah pada orang ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedang orang ketiga sudah menjatah masalah yang akan dia tangani sedari awal. Anehnya, masih banyak yang mengambil masalah lain dengan alasan tidak terlalu masalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampusku kampus besar. Kampusku kampus berkualitas. Kampusku kampus teknik. Kampusku kampus sibuk. Kampusku kampus masalah. Kampus di mana ruang dan waktu adalah penjara. Orang pertama, kedua, dan ketiga, semua dalam penjara. Sekali-sekali mereka dapat bebas. Hanya karena mereka berani menganggap masalah tidak sebagai masalah. Dan itu menjadi masalah lain yang tersendiri.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=379&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/11/12/memulai-apa-yang-telah-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nyanyian Jermal</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/08/10/nyanyian-jermal/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/08/10/nyanyian-jermal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 02:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/2009/08/10/nyanyian-jermal/</guid>
		<description><![CDATA[1
…………
Tali-tali mengiris kulit
Dan angin mengiris…….sukma
Darah yang merah menyebar di air
Airnya menjauh meluas tumpah ruah
Menusuk panggung jermal
Airnya menusuk diantara retakan-retakan papan
Menggenang di tengah-tengah angin yang kencang
Terkungkung dalam aroma udara yang asin
Terpuntir dalam lubang-lubang jaring……….di sana
Di antara papan lembab yang menjulang dari tubuh ratu samudra
Ada yang berjalan dalam bayang-bayang………..
2
Ya iya dia gondrong, karena dia bunuh orang…..langsung aja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=378&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1<br />
…………<br />
Tali-tali mengiris kulit<br />
Dan angin mengiris…….sukma<br />
Darah yang merah menyebar di air<br />
Airnya menjauh meluas tumpah ruah<br />
Menusuk panggung jermal<br />
Airnya menusuk diantara retakan-retakan papan<br />
Menggenang di tengah-tengah angin yang kencang<br />
Terkungkung dalam aroma udara yang asin<br />
Terpuntir dalam lubang-lubang jaring……….di sana<br />
Di antara papan lembab yang menjulang dari tubuh ratu samudra<br />
Ada yang berjalan dalam bayang-bayang………..</p>
<p>2<br />
Ya iya dia gondrong, karena dia bunuh orang…..langsung aja lah</p>
<p>1<br />
Itu ditulis di akhir</p>
<p>2<br />
Lama kali…sudah banyak yang mengantri di sini</p>
<p>1<br />
Aku belum siap!</p>
<p>3<br />
Iya, dia bunuh orang<br />
Jadi ngapain pake terkungkung lah, terentang lah, terpuntu lah, lembab lah<br />
Alah…cepatlah<br />
Dah banyak ngantri di sini</p>
<p>1<br />
AKU BELUM SIAP!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=378&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/08/10/nyanyian-jermal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KING Membayar Kekecewaanku</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/07/02/king-membayar-kekecewaanku/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/07/02/king-membayar-kekecewaanku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 03:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Garuda di Dadaku adalah film yang paling saya tunggu di bulan Juni. Saya cari tahu tentang film itu sebelum menontonnya, saya download soundtrack-nya, saya unduh trailernya, dan banyak lagi modal yang saya kumpulkan sebelum menontonnya. Saya optimis inilah film yang paling ditunggu keluarga di Indonesia, untuk mengisi liburan tentunya. Namun ternyata saya kecewa, saya dikecewakan.
Apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=373&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Garuda di Dadaku adalah film yang paling saya tunggu di bulan Juni. Saya cari tahu tentang film itu sebelum menontonnya, saya <em>download soundtrack</em>-nya, saya unduh trailernya, dan banyak lagi modal yang saya kumpulkan sebelum menontonnya. Saya optimis inilah film yang paling ditunggu keluarga di Indonesia, untuk mengisi liburan tentunya. Namun ternyata saya kecewa, saya dikecewakan.</p>
<p>Apa yang saya harapkan dari Garuda di Dadaku adalah rasa. Rasa semangat, rasa bangga, dan rasa patriotisme, selain pesan-pesan lain yang ingin disampaikan film itu. Sayang, semua tidak saya dapatkan selain kenyataan bahwa sepakbola Indonesia tidak maju karena <em>frame</em> berpikir manusia Indonesia masih seperti itu-itu juga. Jalannya cerita tak ubahnya film kebanyakan, kekurangannya adalah Isa Ifansyah yang kurang apik membawakan film. Pengalamannya dalam film-film pendek dan beberapa video klip ternyata tidak cukup mumpuni untuk film berdurasi agak panjang. Subjektif harus saya katakan, Isa tidak mampu membawa penonton untuk lebih semangat, lebih bangga dan meninggi patriotismenya.</p>
<p>Meski begitu, film ini memang layak untuk keluarga dan memang pantas untuk ditunggu. Standar saya memang tinggi, tapi cukuplah untuk ukuran keluarga yang ingin menyemangati anak-anaknya. Soal pemain, saya hanya menyayangkan Ikranegara yang berakting tak sebaik dalam Laskar Pelangi. Terasa sekali itu bukan karakternya. Dan terakhir salut untuk Netral yang mampu memberi semangat dalam ending film. Dengan <em>beat</em> mirip lagu Lintang, lagu Garuda di Dadaku cukup mengobati kekecewaan saya. Nilai 7 untuk Garuda di Dadaku, itupun karena tidak tega.</p>
<p><strong>King, Denias jilid 2</strong><br />
King sebenarnya tidak begitu ngebet untuk saya tonton. Tapi justru film inilah yang<span id="more-373"></span> benar-benar berasa dan cukup menguras emosi. Menonton King mengobati kekecewaan saya pada Garuda di Dadaku. Saya merasakan semangat, saya bangga, saya bersyukur memeliki Indonesia, dan saya ingin berbuat lebih untuk itu. King mengalahkan Garuda di Dadaku, karena memang badminton lebih di hati rakyat Indonesia dibanding sepak bola.</p>
<p>Alur cerita tak jauh berbeda dengan Garuda di Dadaku. Namun King lebih sarat pesan, dan bedanya adalah dialirkan begitu saja, alami. Lebih top lagi, Ari Sihasale sukses memainkan emosi penonton. Saya pikir, tujuan film ini yang diinginkan Ari dan Nia telah tercapai. Badminton adalah olahraga nasional, olahraga rakyat tepatnya, olahraga yang telah membawa harum nama Indonesia. Dan untuk sukses, butuh kerja keras. Proses inilah yang ditampilkan secara apik dan natural oleh Ari. Bravo King.</p>
<p>Menonton King, secara sadar kita dibawa kembali menonton Denias, Senandung di Atas Awan yang juga diproduseri oleh Ari dan Nia Zulkarnaen. Dalam Denias kita mengenal Denias dan keinginannya untuk sekolah, dalam King kita disuguhi Guntur yang ingin menjadi pemain badminton seperti idolanya, Liem Swi King. Baik Denias maupun Guntur memiliki orang-orang di sekitarnya yang selalu mendukungnya dan berperan peniting dalam kesuksesannya.</p>
<p>Niatan Ari dan Nia untuk mengeksplor Indonesia juga tetap dipertahankan dengan menyuguhkan gambar-gambar keindahan alam Indonesai. Bumi Papua nan indah dalam Denias dan keelokan Pegunungan Ijen dalam King. Kawah Ijen, desanya, hutannya, rusanya, belerangnya, dikupas habis tanpa meninggalkan cerita utama. Membuat saya semakin ingin ke Ijen. Semakin ingin……</p>
<p>Bagi yang sudah menonton Denias maupun King, mungkin tanpa sadar kita bisa melihat mobil yang sama. Jepp putih yang dibawa Marcella Zalianty dalam Denias dan dalam King dibawa oleh Wulan Guritno. Setting lokasi membuat mobil itu memang layak ada dalam film. Saya menunggu, jangan-jangan dalam film Nia dan Ari berikutnya juga ada.</p>
<p>Untuk tokoh yang dipilih saya juga acungi jempol. Tidak terlalu bermasalah dalam hal ini, terutama pilihan pintar untuk Mamiek Prakoso, saya suka aktingnya sama seperti pilihan Ninik L Karim untuk memerankan ibunya Azzam dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Hanya saja, tokoh Wulan Guritno dalam cerita agak tidak berguna selain menjadi pelengkap tokoh ibu Michele (diperankan anaknya Jeremy Thomas). Dialognya pun masih kaku untuk setting di desa. Namun kekuatan karakter menutupi itu semua.</p>
<p>Dan itu semua tak akan sempurna tanpa musik dari Aksan Sjuman dan Titi Sjuman. Dua orang yang telah sukses dalam banyak film ini berada di balik kejeniusan memadukan karakter, emosi, alam, dan rasa melalui alunan-alunan ciptaan mereka. Suara Ipang yan mengisi beberapa lagu pun terasa pas sekali.</p>
<p>Akhirnya, saya beri nilai 9 untuk King.</p>
<p>Kemenangan telak King atas Garuda di Dadaku menurut saya adalah music ending dalam film ini. Jika Garuda di Dadaku menampilkan lagu dengan judul yang sama dari Netral, maka King menyuguhkan Indonesia Raya dari WR Supratman. Lebih hidup dan mengoyak emosi. Saya terharu…..King adalah film ketiga yang membuat air mata saya menetes.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=373&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/07/02/king-membayar-kekecewaanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Home</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/23/home/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/23/home/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 06:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/2009/06/23/home/</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda mengaku pencinta lingkungan, jika anda mengaku peduli pada global warming, dan jika anda menaruh perhatian besar pada bumi, maka anda sudah harus menonton Home. Jika anda fotografer, jika anda suka membuat film, maka ada juga harus sudah menonton Home?
Home. Sebuah film dokumenter luar biasa tentang bumi. Film dokumenter yang ber-genre sama seperti An [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=372&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jika anda mengaku pencinta lingkungan, jika anda mengaku peduli pada global warming, dan jika anda menaruh perhatian besar pada bumi, maka anda sudah harus menonton Home. Jika anda fotografer, jika anda suka membuat film, maka ada juga harus sudah menonton Home?</p>
<p>Home. Sebuah film dokumenter luar biasa tentang bumi. Film dokumenter yang ber-genre sama seperti An Inconveniant Truth dan Earth. Saya ketinggalan film Earth, jadi tidak tahu seperti apa dan bagaimana film itu. Namun saya pernah menyaksikan An Inconveniant Truth, jadi bisa membandingkannya dengan Home.<span id="more-372"></span></p>
<p>Home merupakan film yang menceritakan tentang bumi, mulai dari bagaimana terbentuknya bumi hingga kondisi bumi saat ini dan apa yang akan terjadi pada bumi nanti. Fokus Home adalah menggambarkan sejelas mungkin kondisi bumi saat ini yang diawali sebab musababnya ribuan tahun sebelumnya. Jika An Inconveniant Truth banyak mengulas Global Warming melalui presentasi Al-Gore, maka Home mengupas tentang Bumi dan permasahan lingkungannya yang menglobal. Jika kita melihat Al-Gore memberi seminar dalam filmnya, maka kita melihat landscape bumi saat ini dari udara dalam Home. Tujuannya sama, bagaimana kita harus bertindak dan bersikap saat ini dan pada masa yang akan datang.</p>
<p>Satu hal yang paling menarik dan membedakannya dengan film dokumenter lainnya adalah gambar-gambar yang ditampilkan. Home murni berbicara tentang bumi. Bumi dijadikan tokoh utama dengan sudut pandang orang ketiga tunggal. Tidak ada tokoh lain selain Bumi dalam film ini. Lebih dari 50 negara menjadi tempat pengambilan gambar dalam film ini. Yann Arthus-Bertrand, sang sutradara mengajak kita berkeliling dunia melihat bumi. Secara emosional, Bertrand membawa kita pada Bumi yang kita hancurkan dan Bumi yang masih dapat kita perhatikan. Sebagian besar bahkan hampir semua tempat belum pernah kita lihat sebelumnya.</p>
<p>“Kehidupan, suatu keajaiban di alam semesta, muncul sekitar 4 milyar tahun yang lalu. Dan kita, manusia, hanya 200.000 tahun yang lalu. Tetapi kita telah mengganggu keseimbangan yang sangat penting untuk kehidupan.” Inilah kalimat pembuka dalam Home. Dimuali dari bagaimana bumi terbentuk, bagaimana manusia mulai menempatinya, mulai bercocok tanam, dan tumbuh sangat cepat di mana bumi tak sanggup mengimbanginya.</p>
<p>Saat ini kita memiliki kebiasaan yang belum berubah sejak beberapa puluh tahun yang lalu, sementara bumi kita telah banyak berubah. Home mengatakan “… dalam 50 tahun terakhir, dalam satu kali kehidupan, Bumi telah berubah sangat drastis yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya sepanjang sejarah manusia.” Home memaksa kita berpikir sebelum melakukan sesuatu dan memaksa kita untuk mengambil tindakan atas perbuatan kita sebelumnya.</p>
<p>Satu <em>quote</em> yang saya suka dari Home adalah “Sudah terlambat untuk menjadi seorang pesimis.” Tidak hanya membeberkan apa yang telah terjadi pada Bumi, Home juga menampilkan apa yang telah dilakukan oleh sebagian penduduk Bumi dalam menyelamatkan Bumi. Bumi memang hampir hancur, tapi masih ada harapan untuk memperbaikinya, terlambat untuk pesimis.</p>
<p>Sangat bersalah jika saya tidak memberikan nilai 10 pada film ini. Itu berarti setiap orang seharusnya menonton film ini. Tidak perlu pergi ke bioskop. Unduh saja di Youtube. Sang sutradara memberikan gratis kepada seluruh isi Bumi. “Kesuksesan film ini tidak dihitung dari jumlah dolar atau euro yang didapat, tetapi dari jumlah orang yang telah menyaksikannya,” begitulah ujar Bertrand.</p>
<p><strong>Saatnya untuk bersatu kawan…….tidak usah memikirkan apa yang telah hilang, tapi apa yang masih terisasa………yang akan terjadi pada selanjutnya bergantung pada apa yang kita lakukan terhadap RUMAH kita, BUMI. “Jadilah konsumen yang bertanggung jawab.”</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=372&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/23/home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta Bertasbih</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/14/ketika-cinta-bertasbih/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/14/ketika-cinta-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 11:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih sebenarnya tidak masuk dalam daftar tonton film bulan ini. Novelnya juga tidak baca. Yah….mungkin nanti suatu saat. Berawal dari teman-teman alumni meminta saya mengkoordinir dan memesankan tiketnya tepat di hari pertama pelucuran KCB di bioskop. Mau tidak mau saya juga harus pesan, suka tidak suka saya juga harus nonton. Dan ternyata saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=369&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika Cinta Bertasbih sebenarnya tidak masuk dalam daftar tonton film bulan ini. Novelnya juga tidak baca. Yah….mungkin nanti suatu saat. Berawal dari teman-teman alumni meminta saya mengkoordinir dan memesankan tiketnya tepat di hari pertama pelucuran KCB di bioskop. Mau tidak mau saya juga harus pesan, suka tidak suka saya juga harus nonton. Dan ternyata saya suka…..cukup suka.</p>
<p>Memakai para pendatang baru yang dipilih melalui audisi, KCB ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dari saudaranya sebelumnya, Ayat-ayat Cinta yang juga berasal dari novelnya Habiburrahman El Shirazy. Pilihan yang cukup pintar saya rasa, karena Kang Abik dan sutradara langsung dapat memilih pemain yang sesuai dengan karakter tokoh. Pun demikian, akan ada wajah-wajah baru dalam perfilman Indonesia. Hasilnya pun tidak terlalu buruk untuk pendatang baru.</p>
<p>Semua alur dalam film sengaja dibuat sepersis mungkin dengan novelnya (begitu kata media). Inilah yang membuat film ini harus dibagi dua menjadi KCB 1 dan KCB 2 karena total durasi mencapai 240 menit. Efeknya, film menjadi banyak bercerita. Punya fokus tapi sering berbelok-belok, bahkan<span id="more-369"></span> ada beberapa yang sebenarnya tidak masalah jika tidak dimunculkan karena tidak akan mengganggu cerita (fokus) sebenarnya. Meski demikian, adegan-adegan yang berbelok-belok tadi cukup cerdik diakali untuk lebih mengenalkan karakter tokoh, menyampaikan pesan-pesan lain, atau untuk sekedar membuat penonton terbahak.</p>
<p>Diawali dari sudut-sudut Kairo dan Alexandria membuat film ini memang memiliki nilai plus. Hanya saja beberapa scene ada yang dikomputasi. Secara umum sinematografinya sih oke, tapi saya tidak merasa Alexandria secantik yang sering dibicarakan. Niatnya sih bagus, tapi kurang berhasil. Berbagai rasa dalam film ini cukup menjadi hiburan bagi penonton, sedih, kecewa, tertawa, sampai menahan haru, juga penasaran. Semua didukung oleh kuatnya alunan buatan Anto Hoed dan Melly Goeslow, tak usah diragukan lagi.</p>
<p>Tidak membaca novelnya membuat saya tidak tahu mana yang lebih baik antara novel dan film. Tidak pula saya tahu bagaimana Chairul Umam mengimajinasikan isi buku dalam bentuk film. Satu hal yang jelas adalah pesan yang disampaikan dalam film ini. Inilah kekuatan film ini dan yang menjadi maksud dari Kang Abik. Pesan-pesan pernikahan disampaikan secara apik dan lugas, mengalir begitu saja namun mendalam. Isu poligami diungkap secara santun namun mengena. Tentang cinta, bagi saya ini yang agak berlebihan, terlalu melayu sekali. Mungkin karena saya sudah bosan dengan cinta dalam teori.</p>
<p>Mengikuti tren film sekarang, KCB pun tak bisa lepas dari membumbui film dengan dialog kocak, adegan lucu, ataupun ekspresi tawa. Penonton memang senang tertawa (tapi tidak berlebihan), maka sah-saha saja Chairul Umam juga menonjolkan hal itu.</p>
<p>Satu hal yang tidak terlalu saya suka adalah tidak independen-nya film ini. Ada iklan dalam bberapa adegan. Secara jelas, iklan itu memang sengaja ditampilkan bahkan melalui dialog. Mirip dengan apa yang ada dalam sinetron Ramadahn Para Pencari Tuhan. Jengah juga saya lama-lama.</p>
<p>Keseluruhan, KCB mencerminkan sekali ke-melayu-an film ini. Alurnya mendayu-dayu dan diaolognya merdu. Nilai 9 untuk pesan yang di bawa. 7 untuk gambar. 9 untuk musik, 6 untuk alur yang terlalu lama dan berbelok-belok, dan 2 karena menampilkan iklan (jujur saya tidak suka). Nilai 7 untuk KCB…………….ini nilai saya, anda tidak suka, diam saja! Selanjutnya, saya ingin baca novel keduanya agar bisa membandingkan anntinya..</p>
<p>Fenomena KCB<br />
Terbukti bahwa tema dan isi akan mempengaruhi jumlah penonton. Lihat saja laskar pelangi yang laris manis. Pun begitu dengan KCB yang mampu menarik penonton non-penikmat film. Terlebih bagi mereka yang senang dalam nuansa Islami. Berduyun-duyun datang ke bioskop. Apalagi temanya tentang pernikahan. Anak muda mana yang tidak suka….. . Sebuah pelajaran bagi para pemuat film.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=369&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/14/ketika-cinta-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angels &amp; Demons</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/14/angels-demons/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/14/angels-demons/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 11:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan pendahulunya, The Da Vinci Code, Angels &#38; Demons kembali hadir dalam bentuk film. Cukup ditunggu oleh insan perfilman terutama pengagum Dan Brown.  Angels &#38; Demons merupakan novel kedua Dan Brown. Sebenarnya, The Da Vinci Code adalah novel keempat Brown.
Difilmkan terlebih dahulu karena memiliki kesan tersendiri pada masyarakat dunia. Keapikannya, kecerdasannya, juga kontroversinya jauh mengalahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=367&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melanjutkan pendahulunya, The Da Vinci Code, Angels &amp; Demons kembali hadir dalam bentuk film. Cukup ditunggu oleh insan perfilman terutama pengagum Dan Brown.  Angels &amp; Demons merupakan novel kedua Dan Brown. Sebenarnya, The Da Vinci Code adalah novel keempat Brown.</p>
<p>Difilmkan terlebih dahulu karena memiliki kesan tersendiri pada masyarakat dunia. Keapikannya, kecerdasannya, juga kontroversinya jauh mengalahkan novel lainnya. Namun bagi saya, dari keempat novel, Angels &amp; Demons adalah yang terbaik dan paling saya suka. Maka filmnya pun tak bisa dilewatkan begitu saja. Sayang, film ini tidak mampu maksimal membawakan ketegangan dan keingintahuan seperti novelnya.<span id="more-367"></span></p>
<p>Untuk isi, film ini tidak jauh beda dengan novelnya. Pun juga, selalu diawali dengan pembunuhan dan mengalir dalam waktu 24 jam seperti novel lainnya. Sebuah thriller rumit yang bertaut. Secara garis besar cerita ya berkutat pada konflik di Vatikan dengan sebuahkelompok kuno, Illuminati. Sama seperti The Da Vinci Code, lagi-lagi Robert Langdon (diperankan Tom Hanks), seorang simbolog Harvard yang menajdi tokoh kunci film ini.</p>
<p>Meski isinya kurang lebih sama, tidak dengan penyajianya. Film ini serasa tak mampu membuat Angels &amp; Demons sama rumitnya, sama tegangnya, dan sama cerdasnya. Saya pun agak kecewa. Untuk gambar, film ini mampu mengimbangi deskripsi Brown tentang eksotisnya Roma dengan bangunan-bangunan tuanya. Karya-karya pematung terkenal Gian Lorenzo Bernini yang apik digambarkan di novel mampu mewujud jelas dalam filmnya. Indah dan historistis.</p>
<p>Meski luar biasa saya hanya memberi nilai 7 untuk cerita. Tak lain karena menyadap dari novel terkenalnya Dan Brown. Namun soal membawa cerita tersebut dari novel ke film saya nilai kurang sekali, 4 saja. Soal gambar visual tentu saja nilainya 9, dengan film ini, orang akan lebih ingin berkunjung ke Roma pastinya. Kelemahannya dalam memanjakan penonton dengan ketegangan mungkin karena musik pengiring yang kurang menyatu dengan alur cerita, 5 untuk musik.</p>
<p>Total, nilai 6 untuk film ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=367&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/06/14/angels-demons/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Barca vs MU</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/27/barca-vs-mu/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/27/barca-vs-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 16:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[lama gak posting&#8230;&#8230;.sibuk dengan waktu dan tempat yang segitu-segitu saja&#8230;di situ-situ saja.
buat intermezo saja&#8230;..mengingatkan para pendukung MU untuk tidak terlalu kecewa. saya pendukung keduanya. hanya saja Barca yang akan juara. saya tidak tahu kenapa? saya senang saja?
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=363&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>lama gak posting&#8230;&#8230;.sibuk dengan waktu dan tempat yang segitu-segitu saja&#8230;di situ-situ saja.</p>
<p>buat intermezo saja&#8230;..mengingatkan para pendukung MU untuk tidak terlalu kecewa. saya pendukung keduanya. hanya saja Barca yang akan juara. saya tidak tahu kenapa? saya senang saja?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=363&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/27/barca-vs-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog Masa Depan (Tentang Sebuah Ujian)</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/14/dialog-masa-depan-tentang-sebuah-ujian/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/14/dialog-masa-depan-tentang-sebuah-ujian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agak serius nih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2088 dunia semakin menunjukkan kekuatannya. Apa yang dimimpikan banyak orang beratus tahun sebelumnya sudah dapat terwujud pada tahun itu. Bahkan apa yang tidak terbayangkan akan ada dan akan terjadi nantinya, sudah terjadi pada tahun 2088 dan tahun-tahun selanjutnya.
Teknologi semakin canggih. Pemikiran manusia sudah jauh berkembang. Jika sekarang manusia hanya mampu memaksimalkan otaknya sebesar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=359&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada tahun 2088 dunia semakin menunjukkan kekuatannya. Apa yang dimimpikan banyak orang beratus tahun sebelumnya sudah dapat terwujud pada tahun itu. Bahkan apa yang tidak terbayangkan akan ada dan akan terjadi nantinya, sudah terjadi pada tahun 2088 dan tahun-tahun selanjutnya.</p>
<p>Teknologi semakin canggih. Pemikiran manusia sudah jauh berkembang. Jika sekarang manusia hanya mampu memaksimalkan otaknya sebesar 10 %. Pada tahun itu, manusia mampu menggunakan hampir 90% otaknya. Dari angka persen sebesar itu saja, kehidupan dunia seperti mudah saja. Seperti tinggal menjetikkan jari, klik, atau apalah.</p>
<p>Namun dari segi emosional dan spiritual bisa jadi manusia tidak mampu berkembang sepesat intelektual mereka. Siapa tahu bukan?</p>
<p>Namun pada tahun itu, intelektual manusia benar-benar bekerja maksimal untuk menanggulangi masalah emosional dan spiritual mereka. Tidak perlu lagi psikolog, psikiater, ulama, kyai, atau segala macamnya. Semuanya bersumber dalam data base besar yang bisa diakses dalam alat komunikasi apa saja, salah satunya SMS.</p>
<p>Konon, data base emosional tersebut berisi segala solusi, pertimbangan, dan segala jawaban untuk memecahkan problem emosional manusia. Begitu pula dengan data base spiritual. Tergantung agamanya, untuk Islam sudah ada Al-Quran dan Hadits yang siap mengolah berbagai macam permasalahan manusia.</p>
<p>Suatu hari pada tahun itu ada seorang manusia yang ingin bertanya <span id="more-359"></span>melalui SMS tentang permasalahanya pada data base itu…..begini ceritanya…………..</p>
<p>Si Fulan (SF)    :     wahai Data Base (DB), teman-teman di sekelilingku sepertinya lebih bahagia dari aku. Mereka mendapatkan apa yang mereka impikan, yang mereka idamkan. Lantas kenapa aku tidak pernah mendapatkan apa yang aku inginkan. Padahal aku sudah berusaha dan tak lupa berdoa?</p>
<p>Database (DB) :        Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (1)</p>
<p>SF   :    Lalu kenapa saya selalu mendapatkan ujian ini? Kenapa saya harus diuji? Bukankah saya selalu melakukan yag harus saya lakukan dan meninggalkan apa yang tidak boleh saya lakukan?</p>
<p>DB  :        Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi?     Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (2)</p>
<p>SF  :    Tetapi kenapa ujianku seberat ini? Bahkan terasa lebih berat dibanding orang-orang di sekelilingku?</p>
<p>DB  :    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): &#8220;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma&#8217;aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.&#8221; (3)</p>
<p>SF : Sungguh aku frustasi sekarang. Aku tidak jelas. Aku bingung harus seperti apa. Aku rapuh.</p>
<p>DB :    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (4)    Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (5)</p>
<p>SF :    Tapi aku merasa kehilangan harapan. Aku sudah tidak bisa bertahan lagi.</p>
<p>DB :    Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari  rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (6)</p>
<p>SF :    Lalu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku menghadapi semua ini?</p>
<p>DB :    Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (7)    Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217;.(8)</p>
<p>SF :    Jika demikian, kepada siapa aku harus berharap?</p>
<p>DB :    Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: &#8220;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki &#8216;Arsy yang agung.&#8221; (9)</p>
<p>SF :    Lantas, adakah yang akan aku dapatkan dari semua ini?</p>
<p>DB :    Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (10)</p>
<p>Dan SF pun mengakhiri SMS dengan Database tersebut. Karena tingkat intelektualnya sudah tinggi, ia pun tak perlu bertanya lagi. Dia mengerti semua jawaban Database……dan langsung menjalankannya.</p>
<p>Ket :<br />
(1)    Al-Baqarah:216<br />
(2)    Al-Ankabut:2-3<br />
(3)    Al-Baqarah:286<br />
(4)    Al-Imran:139<br />
(5)    At-Taubah:115<br />
(6)    Yusuf:87<br />
(7)    Al-Imran:200<br />
(8)    Al-Baqarah:45<br />
(9)    At-Taubah:129<br />
(10)    At-Taubah:111</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/359/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=359&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/14/dialog-masa-depan-tentang-sebuah-ujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Caddy yang Mengalami Peyorasi</title>
		<link>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/12/caddy-yang-mengalami-peyorasi/</link>
		<comments>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/12/caddy-yang-mengalami-peyorasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 06:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bizesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agak serius nih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bizesha.wordpress.com/2009/05/12/caddy-yang-mengalami-peyorasi/</guid>
		<description><![CDATA[Heboh Antasari turut menghebohkan Rani Juliani. Mau tidak mau, Indonesia pun mulai sering mendengar kata caddy. Sebuah profesi yang dijalani Rani. Lalu apa itu caddy?
Belakangan kita mengenal caddy adalah orang yang menemani atau mendampingi pegolf. Sejak kasus Antasari Azhar mencuat, kata caddy sering disebut berbagai media. Dari sinilah kemudian kata caddy mengalami peyorasi. Caddy, saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=354&subd=bizesha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Heboh Antasari turut menghebohkan Rani Juliani. Mau tidak mau, Indonesia pun mulai sering mendengar kata caddy. Sebuah profesi yang dijalani Rani. Lalu apa itu caddy?</p>
<p>Belakangan kita mengenal caddy adalah orang yang menemani atau mendampingi pegolf. Sejak kasus Antasari Azhar mencuat, kata caddy sering disebut berbagai media. Dari sinilah kemudian kata caddy mengalami peyorasi. Caddy, saat ini dinilai orang sebagian sebagai pekerjaan rendah. Memang tidak separah PSK, namun kenyataanya begiulah opini yang berkembang di masyarakat. Caddy sudah mengalami penurunan makna atau pengurangan nilai kata itu sediri. Media pun mengeksplornya bak musuh para istri pegolf tanpa klarifikasi yang jelas. (belakangan ada satu media televisi yang mengupas khusus tentang apa itu caddy).</p>
<p>Pekerjaan caddy tak lebih dari membawa stick dan peralatan pegolf lainnya. Terkadang caddy sekarang juga berperan sebagai umbrella girl kalau-kalau pegolf kepanasan. Hemmm…mungkin juga tukang lap keringatnya. Intinya, caddy hanya sebatas teman pegolf di lapangan. Setidaknya begitu yang media berikan selama ini sejak kasus Antasari.</p>
<p>Parahnya lagi, caddy yang dikenal saat ini kebanyakan adalah perempuan. Pemilik lapangan golf pun kebanyakan menyediakan jasa caddy perempuan. Lagi-lagi banyak media mengabarkan bahwa ada beberapa caddy yang siap menjadi panggilan. Wow…….sudah parah sekali.<br />
Lalu benarkah caddy itu seperti itu?<span id="more-354"></span></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya sempet mendalami tentang golf. Meski belum pernah sama sekali bermain golf, semua istilah saya tahu, aturan permainan, turnamen-turnamen terkenal, tentang lapangan, dan salah satunya tentang caddy. Semua saya dapat dari Dandoh!!! Sebuah komik jepang yang menceritakan karir seorang anak dalam permainan golf. Di situ saya tahu apa itu caddy dan merasa kecewa alih-alih bersedih dengan pemberitaan caddy selama ini.</p>
<p>Dari komik itu saya tahu bahwa caddy adalah nyawa seorang pegolf. Tidak hanya sebagai teman, caddy adalah orang kedua yang turut mensukseskan pegolf memukul dengan sempurna. Tidak perempuan, hampir semua caddy dalam sebuah turnamen besar adalah laki-laki. Caddy memang bertugas membawa tas stick dan menemani setiap saat pegolf. Namun tidak hanya itu, caddy harus juga mengerti tentang permainan golf. Terpenting, caddy harus menguasai lapangan, mulai dari jarak hole, geometrik lapangan, angin, kekasaran rumput, letak bunker, bahkan pemilihan stick yang tepat. Dan biasanya pegolf itu memiliki satu caddy tetap yang menemaninya ke mana saja saat ada turnamen.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya saya quote makna caddy dari wikipedia. “Kedi (bahasa Inggris: caddy atau caddie) adalah orang yang bekerja membawakan tas berisi peralatan pemain golf, sekaligus memberi saran tentang permainan serta dukungan moral untuk pemain yang dilayaninya. Kedi yang pandai harus menguasai peraturan permainan golf, seluk-beluk padang golf dan strategi bermain yang sesuai. Selain itu, kedi dituntut memiliki pengetahuan tentang jarak antarlubang dan pemilihan tongkat golf yang sesuai. Pemain golf amatir maupun profesional tidak jarang memulai profesinya sebagai kedi.</p>
<p>Sedangkan tugas caddy, wikipedia menyebutkannya demikian…..<br />
Tugas utama kedi adalah membawa tas pemain dan memungut bola pemain. Selain itu, kedi juga bertanggung jawab membersihkan tongkat dan memperbaiki bekas pukulan pada bola golf, membersihkan halangan di perangkap pasir, mengangkat bendera penunjuk lubang, dan memberi pujian kepada pemain. Kedi berpengalaman dituntut bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca dan arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Sewaktu bekerja, kedi harus terus awas dan berhati-hati. Penalti akibat kesalahan kedi dibebankan ke skor pegolf. Kedi harus paham benar peraturan permainan golf, dan jumlah maksimum tongkat golf yang boleh dibawa di dalam kejuaraan.</p>
<p>Lalu dari mana asal kata caddy. Masih dari wikipedia…..<br />
Istilah kedi (caddy) berasal dari bahasa Skotandia, caddie yang kemungkinan diambil dari bahasa Perancis le cadet (anak lelaki, atau anak paling kecil dalam keluarga). Dalam bahasa Inggris, kata cadet muncul di kamus tahun 1610, sedangkan kata caddie/cadie muncul tidak lama sesudahnya di tahun 1634. Di Skotlandia, kata caddie awalnya berarti anak lelaki yang menjadi pesuruh.<br />
Lalu kenapa sekarang saat orang menyebut caddy hanya terbayang perempuan……lebih-lebih yang dapat menerima panggilan?<br />
Caddy itu sudah mengalami peyorasi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bizesha.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bizesha.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bizesha.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bizesha.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bizesha.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bizesha.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bizesha.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bizesha.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bizesha.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bizesha.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bizesha.wordpress.com&blog=1279443&post=354&subd=bizesha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bizesha.wordpress.com/2009/05/12/caddy-yang-mengalami-peyorasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37abaa55c57d8215c337ea258044e369?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bizesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>